Project Management Support

UNOPS, Jakarta, Indonesia

Skill Required:, Project/ Programme Management
Preferred Experience: 
5 years
Closing Date for Applications: 
22nd September, 2020


Job Description

 Background Information - UNOPS

UNOPS supports the successful implementation of its partners’ peacebuilding, humanitarian and development projects around the world. Our mission is to serve people in need by expanding the ability of the United Nations, governments and other partners to manage projects, infrastructure and procurement in a sustainable and efficient manner.

Working in some of the world’s most challenging environments, our vision is to advance sustainable implementation practices, always satisfying or surpassing our partners’ expectations.

With over 7,000 personnel spread across 80 countries, UNOPS offers its partners the logistical, technical and management knowledge they need, wherever they need it.

A flexible structure and global reach means that we can quickly respond to our partners' needs, while offering the benefits of economies of scale.

Latar Belakang – UNOPS

UNOPS mendukung berhasilnya pelaksanaan proyek pembinaan perdamaian, kemanusiaan, dan pembangunan mitranya di seluruh dunia. Misi kami adalah melayani orang-orang yang membutuhkan dengan memperluas peran Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemerintah, dan mitra lainnya dalam mengelola proyek, prasarana, dan pengadaan secara berkelanjutan dan efisien.

Bekerja di sejumlah lingkungan yang paling menantang di dunia, kami berupaya mendorong praktik pelaksanaan yang berkelanjutan dan senantiasa memberikan layanan yang melampaui harapan para mitra.

Dengan lebih dari 7.000 personel yang tersebar di 80 negara, UNOPS memberikan pengetahuan tentang logistik, teknik, dan pengelolaan kapan saja dibutuhkan mitra.

Struktur yang fleksibel dan jangkauan global memampukan kami memenuhi kebutuhan mitra dengan cepat dan memberikan manfaat penerapan skala ekonomi

Background Information - Job-specific

 

Thailand Operations Hub (THOH) is a UNOPS business unit under the UNOPS Asia Regional Office and it was established to better support, develop and oversee the UNOPS portfolio of projects in South East Asia and the Pacific.

The Hub comprises three main portfolios –THOH Thailand, THOH Indonesia and THOH Pacific and provides a wide range of services including Project Management, Transactional HR, Financial, and Procurement to clients that include other UN entities, INGOs and governments/government agencies donors.

Badan Restorasi Gambut Results Enabling Facility (BRG REF)

  • Seasonal peatland fires are now compromising Indonesia’s economic and social development by creating considerable threats to health, the environment, and the economy. In 2015 peat fires and their related haze resulted in the hospitalization of more than half a million people due to acute respiratory infections. These fires that raged through 2.6 million hectares of forest and peatland areas in the islands of Kalimantan and Sumatra released 1.6 Gts of CO2e, surpassing the annual CO2 emissions of advanced industrialized nations such as Germany, France, and others. Direct and indirect damages cost the Indonesian national economy an estimated USD 16 billion, about 2% of its annual GDP.
  • In recognition of the importance of peatlands for climate change mitigation, the Government of Indonesia through Presidential Regulation No 1/2016 constituted the Peatland Restoration Agency (BRG). BRG has an important mandate: prevent forest fires, especially in peatland areas, as well as restore 2 million hectares of peatlands devastated by forest and land fires. The Agency identified 7 target provinces for peatland restoration and fire prevention activities in Riau, Jambi, South Sumatra, West Kalimantan, Central Kalimantan, South Kalimantan and Papua.
  • Since its establishment in 2016, Norway has been supporting BRG, as current support to the BRG by the Norwegian Government falls within the wider partnership between Norway and Indonesia established in 2010 through the Letter of Intent (LOI) to reduce emissions from deforestation and land degradation of forests and peatlands . The support is part of an international climate mitigation initiative (UNFCCC) supported programme that uses international aid to counter forest degradation in various parts of the world, and this is one of the largest ever contribution made to reduce deforestation.
  • In the framework of this background, Norway and BRG have asked UNOPS to develop a flexible multiyear administrative support mechanism for managing Norway’s financial support to BRG through the establishment of the BRG Results Enabling Facility (BRG REF). The mechanism has within its scope a back-office management component and a service, procurement, grants management and a delivery component.
  • In the context of the BRG-REF, UNOPS is hiring for the position of a Project Management Support - Associate. The incumbent is expected to assist the supervisor in the management of partnership for Action Research project activities and improvement of technical approaches for peat restoration by conducting necessary research and related activities.
  •  
  • Hub Operasional Thailand/Thailand Operations Hub (THOH) merupakan unit bisnis UNOPS yang bekerja di bawah Kantor Regional Asia UNOPS. Hub ini didirikan untuk mendukung, mengembangkan, dan mengawasi portofolio proyek UNOPS dengan lebih baik di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.
  • Hub tersebut terdiri dari tiga portofolio utama - THOH Thailand, THOH Indonesia, dan THOH Pasifik yang memberikan berbagai layanan termasuk Pengelolaan Proyek, Personalia Transaksional, Keuangan, dan Pengadaan kepada klien yang melibatkan badan-badan PBB lainnya, LSM Internasional, dan pemerintah/lembaga donor pemerintah.
  • Fasilitas Pendukung Hasil/Result Enabling Facility BRG (BRG REF)
  • Kebakaran lahan gambut musiman membahayakan pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia mengingat besarnya ancaman yang ditimbulkan terhadap kesehatan, lingkungan, dan perekonomian. Pada tahun 2015, lebih dari setengah juta orang harus dirawat di rumah sakit karena menderita infeksi saluran pernapasan akut akibat kabut yang dihasilkan kebakaran gambut. Kebakaran yang melanda 2,6 juta hektare kawasan hutan dan lahan gambut di pulau Kalimantan dan Sumatera menghasilkan 1,6 gigaton CO2, melebihi emisi CO2 tahunan negara-negara industri maju seperti Jerman, Prancis, dan lainnya. Kerusakan langsung dan tidak langsung menyebabkan kerugian ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 16 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 2% dari PDB tahunan Indonesia.
  • Mengingat pentingnya lahan gambut untuk mitigasi perubahan iklim, Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 1 tahun 2016 membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG). Tugas penting BRG di antaranya: mencegah kebakaran hutan terutama di wilayah lahan gambut dan merestorasi 2 juta hektare lahan gambut yang rusak akibat kebakaran hutan dan lahan. BRG mengidentifikasi 7 provinsi sebagai sasaran kegiatan pencegahan kebakaran dan restorasi lahan gambut yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.
  • Sejak didirikan pada tahun 2016, BRG mendapat dukungan dari Norwegia. Dukungan Pemerintah Norwegia kepada BRG adalah bagian dari kerja sama antara Norwegia dan Indonesia yang dilakukan tahun 2010 melalui Surat Minat (LOI) untuk mengurangi emisi yang diakibatkan penggundulan hutan serta degradasi lahan hutan dan gambut. Dukungan tersebut merupakan bagian dari program yang didukung mitigasi perubahan iklim internasional (berdasarkan Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim/UNFCCC) yang memanfaatkan bantuan internasional untuk mengatasi degradasi hutan di berbagai belahan dunia. Dukungan tersebut merupakan salah satu kontribusi terbesar dalam sejarah untuk mengurangi penggundulan hutan.
  • Berdasarkan latar belakang tersebut, Norwegia dan BRG telah meminta UNOPS untuk membuat mekanisme dukungan administratif yang dapat dimanfaatkan selama periode tertentu dan bersifat fleksibel guna mengelola bantuan keuangan dari Norwegia kepada BRG melalui pendirian Fasilitas Pendukung Hasil/Result Enabling Facility BRG (REF BRG). Mekanisme tersebut mencakup komponen pengelolaan kantor administrasi; pengelolaan layanan, pengadaan, dan hibah; serta komponen pengiriman.
  • Dalam konteks BRG-REG, UNOPS sedang merekrut personel untuk posisi Rekanan Pendukung Manajemen Proyek (Project Management Support – Associate). Kandidat diharapkan dapat membantu supervisor dalam pengelolaan kemitraan untuk kegiatan proyek riset aksi dan peningkatan pendekatan teknis restorasi gambut dengan melakukan penelitian yang diperlukan dan kegiatan terkait.

 Functional Responsibilities

Duties and responsibilities

Under the general guidance of Deputy of Research and Development of the BRG (Deputy IV) and under the management of the UNOPS Head of Implementation Support Unit (ISU) UNOPS, the incumbent is responsible for:

Providing support in the management of Partnership for Action Research Project activities including the following:

  • Assist in compiling research data that aids in figuring out gaps in process and outcomes of the previous and ongoing action research projects
  • Gather data and information from various sources needed in formulating and planning measures to maintain, strengthen and extend action research as well as the cooperation between BRG and relevant stakeholder including universities, research institutes at national and global networking levels on peatland research actions;
  • In coordination with the supervisor, provide support to Researchers and/or Specialists within BRG, as well as, partner universities in maintaining concrete targets to build show window plots of peatland restoration research actions become a center for lesson learned of restoring degraded peatland;
  • Assist Researchers of BRG’s universities and international networks in developing scientific based criteria and indicators to enhance impact of the restoration measures.

Assisting in providing insights to improve technical approaches for peat restoration of the three main approaches:

  • Gather data and facts needed to figure out the ecosystem services of peatlands, assess and approach potential partners from local communities, state and private sectors of national or other countries to build cooperation with BRG in developing and implementing approaches for payment for ecosystem services models aligning with the aims to green economy and peatland restoration;
  • Under the direction and guidance of the supervisor, conduct research on success stories/ lesson learnt and compile information that could support in strengthening hydrological insights from a system of peatland monitoring based on ground survey, telemetry, and satellite and capacity building for local and national level to aim for rewetting of peatlands;
  • Conduct necessary field surveys and provide support on analysis on peat protection and restoration issues;

Disseminating Research Results:

  • Provide assistance in preparation of scientific-public papers and analysis on peat restoration issues;
  • Assist in preparation and delivery of scientific presentations in the scientific meetings; and
  • Facilitate regular scientific discussions as assigned by Deputy IV.

Contribute to Knowledge Management and Knowledge Sharing:

  • Support the compilation of lessons learned as per defined reporting format;
  • Contribute to the dissemination and sharing of best practices and lessons learned for planning and knowledge building; and
  • Contribute to expertise in tools and techniques.

Impact of Results

  • The effective and successful achievement of results by the Project Management Support – Associate impacts on the performance of the BRG Results Enabling Facility by ensuring successful implementation of project which leads to achievements of BRG Results Enabling Facility objectives.

Tugas dan Tanggung Jawab

  • Menurut panduan umum Deputi Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (Deputi IV) dan manajemen Kepala Unit Dukungan Pelaksanaan/Implementation Support Unit (ISU) UNOPS, kandidat akan bertanggung jawab terhadap:
  • **
  • Memberikan dukungan dalam pengelolaan kemitraan untuk kegiatan proyek riset aksi sebagai berikut:
  • Membantu dalam mengumpulkan data penelitian untuk mencari kesenjangan (gap) dalam proses dan hasil penelitian yang sudah selesai atau sedang berlangsung;
  • Membantu dalam mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber untuk merumuskan dan merencanakan langkah-langkah untuk memelihara, memperkuat dan memperluas penelitian aksi serta kerjasama antara BRG dan pemangku kepentingan termasuk universitas, lembaga penelitian di tingkat nasional dan jaringan global tentang aksi penelitian lahan gambut;
  • Dalam konsultasi dengan supervisor, memberikan dukungan kepada Peneliti dan atau Spesialis di lingkungan BRG, serta mitra universitas dalam mempertahankan target konkrit untuk membangun show window sebagai aksi penelitian restorasi gambut untuk menjadi pusat pembelajaran dalam mempelajari pemulihan lahan gambut yang terdegradasi;
  • Membantu peneliti dari universitas dan jaringan internasional BRG dalam mengembangkan kriteria dan indikator berbasis ilmiah untuk meningkatkan dampak dari tindakan restorasi.
  • Membantu dalam memberikan wawasan untuk meningkatkan pendekatan teknis restorasi gambut dari tiga pendekatan utama:
  • Mengumpulkan data dan fakta untuk mengetahui jasa ekosistem lahan gambut, menilai dan mendekati mitra potensial dari masyarakat lokal, negara bagian dan swasta nasional atau negara lain untuk membangun kerjasama dengan BRG dalam mengembangkan dan menerapkan pendekatan pembayaran untuk model jasa ekosistem yang menyelaraskan dengan tujuan untuk ekonomi hijau dan restorasi lahan gambut;
  • Di bawah arahan dan bimbingan supervisor, melakukan penelitian tentang kisah sukses / pembelajaran dan mengumpulkan informasi yang dapat mendukung dalam penguatan wawasan hidrologi dari sistem pemantauan lahan gambut berdasarkan survei tanah, telemetri, dan satelit serta peningkatan kapasitas untuk tingkat lokal dan nasional untuk tujuan pembasahan lahan gambut;
  • Melakukan survei lapangan yang diperlukan dan memberikan dukungan pada analisis tentang perlindungan gambut dan masalah restorasi

Diseminasi hasil penelitian:

  • Memberikan bantuan dalam persiapan makalah ilmiah-publik dan analisis tentang masalah restorasi gambut;
  • Membantu dalam persiapan dan penyampaian presentasi ilmiah dalam pertemuan ilmiah;
  • Memfasilitasi diskusi ilmiah reguler seperti yang ditugaskan oleh Deputi IV.
  • Berkontribusi dalam Knowledge Management dan Knowledge Sharing:
  • Mendukung penyusunan pelajaran yang diambil sesuai dengan format pelaporan yang ditetapkan;
  • Berkontribusi pada penyebaran dan berbagi praktik-praktik terbaik dan pembelajaran untuk perencanaan dan pengembangan pengetahuan;
  • Berkontribusi pada keahlian dalam alat dan teknik.

Dampak Hasil

  • Pencapaian hasil yang efektif dan berhasil oleh Project Management Support Associate berdampak pada kinerja BRG-REF dengan memastikan keberhasilan pelaksanaan proyek yang mengarah pada pencapaian tujuan BRG-REF.

 Competencies

  • Treats all individuals with respect; responds sensitively to differences and encourages others to do the same. Upholds organizational and ethical norms. Maintains high standards of trustworthiness. Role model for diversity and inclusion.
  • Memperlakukan semua orang dengan rasa hormat; peka dalam menanggapi perbedaan, dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Menjunjung tinggi norma organisasi dan kode etik. Mempertahankan standar kejujuran yang tinggi. Menjadi teladan dalam keberagaman dan inklusi.
  • Acts as a positive role model contributing to the team spirit. Collaborates and supports the development of others. For people managers only: Acts as positive leadership role model, motivates, directs and inspires others to succeed, utilizing appropriate leadership styles.
  • Memberi teladan yang baik untuk menumbuhkan semangat tim. Berkolaborasi dan mendukung perkembangan orang lain. Khusus manajer personalia: Memberi teladan kepemimpinan yang baik, memotivasi, mengarahkan, dan menginspirasi orang lain untuk menjadi sukses dengan gaya kepemimpinan yang sesuai.
  • Demonstrates understanding of the impact of own role on all partners and always puts the end beneficiary first. Builds and maintains strong external relationships and is a competent partner for others (if relevant to the role).
  • Memahami pengaruh perannya terhadap para mitra dan selalu mengutamakan penerima manfaat akhir. Membangun dan memelihara hubungan eksternal yang kuat dan menjadi mitra yang kompeten (jika relevan dengan peran yang diemban).
  • Efficiently establishes an appropriate course of action for self and/or others to accomplish a goal. Actions lead to total task accomplishment through concern for quality in all areas. Sees opportunities and takes the initiative to act on them. Understands that responsible use of resources maximizes our impact on our beneficiaries.
  • Melakukan tindakan yang sesuai secara efisien untuk diri sendiri dan/atau orang lain guna mencapai tujuan. Mengambil tindakan untuk sepenuhnya menunaikan tugas dengan tetap mempertimbangkan kualitas di semua sektor. Pandai melihat peluang dan mampu menindaklanjutinya. Memahami bahwa penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab akan memaksimalkan dampak terhadap penerima manfaat.
  • Open to change and flexible in a fast paced environment. Effectively adapts own approach to suit changing circumstances or requirements. Reflects on experiences and modifies own behavior. Performance is consistent, even under pressure. Always pursues continuous improvements.
  • Terbuka pada perubahan dan fleksibel dalam lingkungan yang dinamis. Menerapkan pendekatan yang efektif sesuai dengan perubahan kondisi atau kebutuhan. Mampu belajar dari pengalaman dan bersikap lebih baik. Memiliki kinerja yang konsisten sekalipun berada di bawah tekanan. Terus melakukan peningkatan.
  • Evaluates data and courses of action to reach logical, pragmatic decisions. Takes an unbiased, rational approach with calculated risks. Applies innovation and creativity to problem-solving.
  • Mampu mengevaluasi data dan tindakan agar dapat mengambil keputusan yang logis dan pragmatis. Melakukan pendekatan yang rasional dan adil dengan memperhitungkan risiko. Menerapkan inovasi dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah.
  • Expresses ideas or facts in a clear, concise and open manner. Communication indicates a consideration for the feelings and needs of others. Actively listens and proactively shares knowledge. Handles conflict effectively, by overcoming differences of opinion and finding common ground.
  • Menyampaikan ide dan fakta secara jelas, singkat, dan terbuka. Pola komunikasi menunjukkan kepekaan terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Mampu mendengarkan secara aktif dan membagikan pengetahuan secara proaktif. Menyelesaikan perselisihan secara efektif dengan mengatasi perbedaan pendapat dan mencapai mufakat.

Education/Experience/Language requirements

Education:

  • High School Diploma with minimum six (6) years of work experience in a relevant field is required.
  • Bachelor’s or Master’s degree in Agriculture or Environmental Science or related field would be an asset and may substitute for some of the required years of experience

Experience:

  • Minimum six years (6) years of experience in research or related field in combination with High School Diploma is required.
  • Experience in working with multi stakeholders (private, non-government organization and/or academic sector) in research and development is an asset;
  • Experience in research using various kind of instruments is an asset;
  • Experience in assisting in the development of concept papers, a strategic plan and design master plans of research related to peatland managements/restoration and protection issue is preferred;
  • Experience in conducting research in universities and international networks is an asset;
  • Experience in conducting necessary field surveys and analysis is preferred;
  • Knowledge on Arc GIS and Remote Sensing is an advantage;
  • Good analytical skills, time management and excellent communication/presentation skills; and
  • Prior UN experience is an asset.

Language:

  • Intermediate in English language and fluency in Indonesian language is required. Indonesian language includes "Bahasa".

Source:https://jobs.unops.org/pages/viewvacancy/VADetails.aspx?id=20332


Recommend your friend

Copyrights 2017. All rights reserved | Technology Partner: Indev Consultancy Pvt. Ltd