Technical Officer- GIS & Peatland Mapping

UNOPS, Jakarta, Indonesia

Skill Required:, Policy/ Advocacy and Campaign
Preferred Experience: 
2 years of relevant work experience
Closing Date for Applications: 
7th June, 2019


Job Description

Background Information - UNOPS

UNOPS supports the successful implementation of its partners’ peacebuilding, humanitarian and development projects around the world. Our mission is to serve people in need by expanding the ability of the United Nations, governments and other partners to manage projects, infrastructure and procurement in a sustainable and efficient manner.

Working in some of the world’s most challenging environments, our vision is to advance sustainable implementation practices, always satisfying or surpassing our partners’ expectations.

With over 7,000 personnel spread across 80 countries, UNOPS offers its partners the logistical, technical and management knowledge they need, wherever they need it.

A flexible structure and global reach means that we can quickly respond to our partners' needs, while offering the benefits of economies of scale.

Latar Belakang – UNOPS

UNOPS mendukung berhasilnya pelaksanaan proyek pembinaan perdamaian, kemanusiaan, dan pembangunan mitranya di seluruh dunia. Misi kami adalah melayani orang-orang yang membutuhkan dengan memperluas peran Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemerintah, dan mitra lainnya dalam mengelola proyek, prasarana, dan pengadaan secara berkelanjutan dan efisien.

Bekerja di sejumlah lingkungan yang paling menantang di dunia, kami berupaya mendorong praktik pelaksanaan yang berkelanjutan dan senantiasa memberikan layanan yang melampaui harapan para mitra.

Dengan lebih dari 7.000 personel yang tersebar di 80 negara, UNOPS memberikan pengetahuan tentang logistik, teknik, dan pengelolaan kapan saja dibutuhkan mitra.

Struktur yang fleksibel dan jangkauan global memampukan kami memenuhi kebutuhan mitra dengan cepat dan memberikan manfaat penerapan ekonomi skala.

Background Information - Job-specific

THOH

Thailand Operations Hub (THOH) is a UNOPS business unit under the UNOPS Asia Regional Office and it was established to better support, develop and oversee the UNOPS portfolio of projects in South East Asia and the Pacific.

The Hub comprises three main portfolios –THOH Thailand, THOH Indonesia and THOH Pacific and provides a wide range of services including Project Management, Transactional HR, Financial, and Procurement to clients that include other UN entities, INGOs and governments/government agencies donors.

Badan Restorasi Gambut Results Enabling Facility (BRG REF);

Seasonal peatland fires are now compromising Indonesia’s economic and social development by creating considerable threats to health, the environment, and the economy. In 2015 peat fires and their related haze resulted in the hospitalization of more than half a million people due to acute respiratory infections. These fires that raged through 2.6 million hectares of forest and peatland areas in the islands of Kalimantan and Sumatra released 1.6 Gts of CO2e, surpassing the annual CO2 emissions of advanced industrialized nations such as Germany, France, and others. Direct and indirect damages cost the Indonesian national economy an estimated USD 16 billion, about 2% of its annual GDP.

In recognition of the importance of peatlands for climate change mitigation, the Government of Indonesia through Presidential Regulation No 1/2016 constituted the Peatland Restoration Agency (BRG). BRG has an important mandate: prevent forest fires, especially in peatland areas, as well as restore 2 million hectares of peatlands devastated by forest and land fires. The Agency identified 7 target provinces for peatland restoration and fire prevention activities in Riau, Jambi, South Sumatra, West Kalimantan, Central Kalimantan, South Kalimantan and Papua.

Since its establishment in 2016, Norway has been supporting BRG, as current support to the BRG by the Norwegian Government falls within the wider partnership between Norway and Indonesia established in 2010 through the Letter of Intent (LOI) to reduce emissions from deforestation and land degradation of forests and peatlands . The support is part of an international climate mitigation initiative (UNFCCC) supported programme that uses international aid to counter forest degradation in various parts of the world, and this is one of the largest ever contribution made to reduce deforestation.

In the framework of this background, Norway and BRG have asked UNOPS to develop a flexible multiyear administrative support mechanism for managing Norway’s financial support to BRG through the establishment of the BRG Results Enabling Facility (BRG REF). The mechanism has within its scope a back-office management component and a service, procurement, grants management and a delivery component.

In the context of the BRG-REF, UNOPS is hiring for the position of Technical Officer for GIS and Peatland Mapping to be based in BRG Office.

​​​​​​THOH

Hub Operasional Thailand/Thailand Operations Hub (THOH) merupakan unit bisnis UNOPS yang bekerja di bawah Kantor Regional Asia UNOPS. Hub ini didirikan untuk mendukung, mengembangkan, dan mengawasi portofolio proyek UNOPS dengan lebih baik di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Hub tersebut terdiri dari tiga portofolio utama - THOH Thailand, THOH Indonesia, dan THOH Pasifik yang memberikan berbagai layanan termasuk Pengelolaan Proyek, Personalia Transaksional, Keuangan, dan Pengadaan kepada klien yang melibatkan badan-badan PBB lainnya, LSM Internasional, dan pemerintah/lembaga donor pemerintah.

Fasilitas Pendukung Hasil/Result Enabling Facility BRG (BRG REF):

Kebakaran lahan gambut musiman membahayakan pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia mengingat besarnya ancaman yang ditimbulkan terhadap kesehatan, lingkungan, dan perekonomian. Pada tahun 2015, lebih dari setengah juta orang harus dirawat di rumah sakit karena menderita infeksi saluran pernapasan akut akibat kabut yang dihasilkan kebakaran gambut. Kebakaran yang melanda 2,6 juta hektare kawasan hutan dan lahan gambut di pulau Kalimantan dan Sumatera menghasilkan 1,6 gigaton CO2, melebihi emisi CO2 tahunan negara-negara industri maju seperti Jerman, Prancis, dan lainnya. Kerusakan langsung dan tidak langsung menyebabkan kerugian ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 16 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 2% dari PDB tahunan Indonesia.

Mengingat pentingnya lahan gambut untuk mitigasi perubahan iklim, Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 1 tahun 2016 membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG). Tugas penting BRG di antaranya: mencegah kebakaran hutan terutama di wilayah lahan gambut dan merestorasi 2 juta hektare lahan gambut yang rusak akibat kebakaran hutan dan lahan. BRG mengidentifikasi 7 provinsi sebagai sasaran kegiatan pencegahan kebakaran dan restorasi lahan gambut yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Sejak didirikan pada tahun 2016, BRG mendapat dukungan dari Norwegia. Dukungan Pemerintah Norwegia kepada BRG adalah bagian dari kerja sama antara Norwegia dan Indonesia yang dilakukan tahun 2010 melalui Surat Minat (LOI) untuk mengurangi emisi yang diakibatkan penggundulan hutan serta degradasi lahan hutan dan gambut. Dukungan tersebut merupakan bagian dari program yang didukung mitigasi perubahan iklim internasional (berdasarkan Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim/UNFCCC) yang memanfaatkan bantuan internasional untuk mengatasi degradasi hutan di berbagai belahan dunia. Dukungan tersebut merupakan salah satu kontribusi terbesar dalam sejarah untuk mengurangi penggundulan hutan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Norwegia dan BRG telah meminta UNOPS untuk membuat mekanisme dukungan administratif yang dapat dimanfaatkan selama periode tertentu dan bersifat fleksibel guna mengelola bantuan keuangan dari Norwegia kepada BRG melalui pendirian Fasilitas Pendukung Hasil/Result Enabling Facility BRG (REF BRG). Mekanisme tersebut mencakup komponen pengelolaan kantor administrasi; pengelolaan layanan, pengadaan, dan hibah; serta komponen pengiriman.

Untuk mendukung REF BRG, UNOPS membuka lowongan kerja untuk posisi Officer Teknis – GIS dan Pemetaan Gambut di BRG.

Functional Responsibilities;

Duties and responsibilities: Under the general guidance of Head of Working Group for Planning of the BRG and under the management of the UNOPS Head of ISU, the incumbent is responsible for the following:

Monitoring on Peatland Mapping Project of 23 KHGs:

  • Monitoring implementation of technical aspect of the project in accordance to proposal and guidance;
  • Monitoring the methodology that used by consultant is reliable and valid;
  • Identify priorities, problems, and issues to be addressed and propose corrective actions;
  • Engage with relevant parties, identify and initiate follow up action;
  • Keep up with standardization process of peatland mapping 1:50,000 in BIG; and
  • May perform other duties as required by Management at BRG.

Develop project documents for peatland mapping of 83 KHGs:

  • Bridging communication between BRG, LAPAN, KLHK, BIG and other relevant partners
  • Provide technical input in developing project documents
  • Provide support in developing TOR and technical plan documents, including set the budget and schedule
  • Identify the policy and regulation that related to peatland mapping

Contribute to Knowledge Management and Knowledge Sharing:

  • Support the compilation of lessons learned as per defined reporting format;
  • Contribute to the dissemination and sharing of best practices and lessons learned for planning and knowledge building;
  • Contribute to expertise in tools and techniques.     
  • Perform any other duties as assigned by the Supervisor.

Tugas dan Tanggung Jawab: Menurut panduan umum Kepala Kelompok Kerja Bidang Perencanaan BRG dan manajemen Kepala Unit Dukungan Pelaksanaan/Implementation Support Unit (ISU) UNOPS, kandidat akan bertanggung jawab terhadap:

Pemantauan Proyek Pemetaan 23 Kesatuan Hidologis Gambut:

  • Memantau implementasi proyek sesuai dengan proposal dan arahan;
  • Memantau metodologi yang digunakan oleh konsultan reliabel dan valid;
  • Mengidentifikasi prioritas, permasalahan dan hal-hal yang perlu diperbaiki serta menawarkan solusinya;
  • Mengidentifikasi dan menjalin relasi dengan para pihak terkait untuk menindaklanjuti proyek;
  • Mengikuti perkembangan proses standarisasi pemetaan gambut skala 1:50.000 yang sedang dilakukan oleh BIG;
  • Melakukan tugas lain sesuai perintah manajemen BRG.

Menyusun dokumen proyek untuk pemetaan 83 Kesatuan Hidrologis Gambut:

  • Menjalin komunikasi antara BRG, LAPAN, KLHK, BIG, dan pihak terkait lainnya;
  • Memberikan dukungan teknis dalam memutuskan dan menganalisis metode pemetaan yang akan digunakan
  • Mengembangan TOR dan dokumen rencana teknis, termasuk penjadwalan dan anggaran.
  • Mengidentifikasi kebijakan dan regulasi yang terkait dengan pemetaan gambut.

Berikontribusi dalam Manajemen dan Berbagi Pengetahuan:

  • Mengkompilasi pembelajaran sesesuai dengan format pelaporan;
  • Berkontribusi dalam diseminasi pembelajaran dan praktik terbaik untuk perencanaan dan pengembangan ilmu pengetahuan;
  • Berkontribusi pada keahlian teknis dan alat pemetaan gambut.
  • Melakukan tugas lain sesuai arahan Supervisor.

Education/Experience/Language requirements

Education:

  • Bachelor’s degree in Environment, Forestry, Geodesy, or a related field is required.
  • Advanced university degree (Master's degree or equivalent) in the above-mentioned areas of specialization preferred.

Experience:

  • Minimum two (2) years of experiences in forestry, peatland, GIS, public policy and policy advocacy, community empowerment or related works is required.
  • Proven experience in Spatial Planning, Peatland Mapping, Remote Sensing data analysis and interpretation or related work is required;
  • Experience in developing project documents is an asset;
  • Good knowledge about forestry or peatland related issues is preferred;
  • Prior experience in project implementation and project monitoring is preferred;
  • Proven analytical skills;
  • Time management skills; and
  • Prior UN experience is an asset.

Language: Intermediate in English language and fluency in Indonesian language is required. Indonesian language includes "Bahasa".

Pendidikan:

  • Minimal S1/sederajat di bidang lingkungan hidup, kehutanan, geodesi, atau bidang lain yang terkait
  • Diutamakan S2/sederajat di bidang sebagaimana disebutkan di atas atau bidang lain yang terkait
  • Pengalaman:
  • Minimal dua (2) tahun pengalaman di bidang kehutanan, gambut, GIS, kebijakan publik dan advokasi, pemberdayaan masyarakat atau bidang lain yang terkait.
  • Harus memiliki pengalaman di bidang perencanaan spasial, pemetaan gambut, analisis dan interpretasi data pengindraan jauh, atau bidang lain yang terkait.,
  • Memiliki pengetahuan yang baik tentang kehutanan atau gambut.
  • Diutamakan memiliki pengalaman dalam menyusun dokumen proyek.
  • Lebih disukai memiliki pengalaman dalam implementasi dan pemantauan proyek
  • Memiliki kemampuan analisis yang baik
  • Memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik
  • Pengalaman di organisasi PBB sebelumnya adalah aset

Bahasa: Wajib memiliki kemampuan Bahasa Inggris level menengah dan fasih berbahasa Indonesia.

Source:https://jobs.unops.org/pages/viewvacancy/VADetails.aspx?id=18009#4


Recommend your friend

Copyrights 2017. All rights reserved | Technology Partner: Indev Consultancy Pvt. Ltd